Go to Top

Human Engineering : Bekerja secara Efisien – by Lita Mucharom

Tidak semua orang dapat dipaksakan untuk bekerja dengan tempo yang cepat. Ada beberapa orang yang memang hanya mampu bekerja dengan lambat, padahal apa yang dikerjakan antara kedua orang ini persis sama dengan beban kerja yang persis sama.
Apa sih rahasianya agar kita dapat bekerja lebih cepat?
Ergonomis adalah sebuah ilmu yang dapat dipelajari untuk menata ruang kerja, dokumen dan semua peralatan kerja agar dapat meningkatkan efisiensi kerja kita.
Lokasi dokumen, printer, kertas print, mesin fotokopi, telfon, komputer dan lainnya harus tertata sesuai dengan analisa peletakan yang tepat.
Dibpabrik mobil milik sebuah perusahaan nasional ternama misalnya mereka sangat memperhatikan masalah ergonomis ini. Setiap lini produksi sudah dihitung dengan cermat untuk menghasilkan kapasitas produksi tertentu yang betul-betul presisi
Lokasi mur, baut, peralatan kerja dan material lain sudah ditempatkan di lokasi yang sudah ditentukan dan pemegang tugas di setiap titik sudah di latih sedemikian rupa sehingga memenuhi tingkat ergonomis yang di inginkan.
Bahkan jika ada satu titik di dalam lini produksi tersebut gagal mengerjakan bagiannya sesuai waktu yang ditentukan, maka akan ada alarm yang berbunyi
Jika alarm berbunyi maka hal itu akan dicatat sebagai kinerja buruk si pemegang tugas / karyawan. Hal ini harus menjadi efek jera bagi si pemegang tugas, karena akan mempengaruhi seluruh proses berikutnya di dalam lini produksi tersebut.
Sehingga di dalam on the job training yang dilakukan untuk si pemegang tugas, akan dilatih berulang kali hingga mereka mampu memenuhi standar waktu produksi yang diharapkan sebelum mereka diterjunkan ke lini produksi yang sesungguhnya.
Nah, apa yang bisa contoh dari cerita tadi ke dalam pekerjaan kita sehari-hari di lingkungan kantor yang berbeda dengan lini produksi yang standar waktunya sangat ketat.
Pastikan lokasi peralatan pendukung kerja yang dapat diakses dengan mudah untuk semua karyawan.
Karena lokasi peralatan kerja yang tidak strategis akan menghabiskan waktu dan energi karyawan lebih banyak. Contoh, misalnya lokasi printer tadinya ditengah ruang sehingga setiap orang bisa akses lebih mudah. Kemudian printer ini dipindahkan ke ujung ruang, sehingga menjauhi beberapa karyawan yang biasa menggunakannya. Waktu tambahan yang diperlukan itu kira-kira 2 menit untuk masing-masing karyawan. Karyawannya ada 10, dan mencetak dalam sehari rata-rata 10x. Berapa waktu yang terbuang (waduh, kok seperti matetika SMP ya? Hahaha). Ternyata waktu yang terbuang adalah 2x 10x10x22 dalam sebulan. Banyangkan berapa uang lemburnya tuh, sayangkan? Itu baru printer dan itu baru 1 lokasi. Bagaimana kalau karyawannya ratusan?
Selain lokasi peralatan kerja yang perlu ditata ulang adalah cara menyimpan dokumen baik hardcopy dan softcopy.
Walaupun usaha kita masih imut-imut, namun sistem dokumentasinya harus ditata rapih sehingga orang baru sekalipun bisa langsung beradaptasi dengan pekerjaan baru. Jika lokasi penyimpanan dokumen saja tidak tertata, ya gimana kita mau kerja lebih cepat, ya kan? Juga layout kantor itu ditata sedemikian rupa dengan pakem ilmu tertentu, dan bukan sembarangan loh. Makanya kenapa beberapa perusahaan menyisihkan dana untuk membayar arsitek/interior desainer untuk mengatur layout kantor.
Misalnya kita lokasikan karyawan di lantai 1 dan manajernya di lantai 5. Apa itu cukup ergonomis?atau misalnya kita lokasikan departemen design di ruangan yang lokasinya terletak 15 menit dari lokasi departemen creative…. Lah, kan jadi tidak ergonomis banget tuh. Nah, selain layout, filling system, lokasi peralatan kantor… Maka untuk tingkatkan kecepatan kerja kita bisa siasati juga cara kerja kita.
Cara kerja yang ergonomis adalah cara kerja yang dengan mengelompokkan pekerjaan rutin dalam satu alur tersendiri. Harusnya pekerjaan rutin ini dikerjaan secara kontinue tidak terputus tanpa interupsi.
Contoh, jika kita usaha kuliner seperti produksi kue misalnya…ya yanga bagian cetak kue itu ya satu orang saja, yang bagian panggang 1 orang, bagian bungkus 1orang lagi. Jangan setiap orang melakukan hal yang sama untuk seluruh proses dari cetak hinga membubgkys. Karena cara terakhir akan memakan waktu lebih lama. Cara pertama akan lebih cepat karena 1 orang yang berkonsentrasi oenuh mengerjakan hal rutin berulang-ulang maka dari waktu ke waktu kecepatan kerja ya akan meningkat.
Rencanakan kerja anda setiap harinya, buat stategi untuk menyiasati masalah ergonomis ini.

Comments (2)

  • ardiansyah pango darwis May 22, 2012 - 1:31 pm Reply

    apakah ini bisa sama di sebut dengan system ya mba?
    seperti di rumah makan cepat saji gitu yang terkenal, di bidang franchise tempat sapu sabun dan hal-hal kecil seperti itu i dokumentkan dalam buku, misal sapau di sebelah kanan trus tung sampahnya di sebelah kiri sapu, sendok makannya seperti ini dan itu ya mba, saya masih awam soalnya.
    terimakasih ya mba sekali lagi banyak banget nih masukan buat saya

    • @litaMucharom March 3, 2013 - 6:30 am Reply

      Halo salam kenal,

      Ya ini bagian dari SOP. Sehingga SOP nya ringkas dan efisien serta menjamin kualitas produk dan jasa yg berkualitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>