Go to Top

Komunikasi dalam Organisasi – by Lita Mucharom

Komunikasi adalah salah satu alat paling penting di dalam berorganisasi, apalagi di dalam usaha kita. Tanpa komunikasi yang tepat, akan terjadi bias informasi yang menyebabkan kesalahpahaman.

Komunikasi antara manajemen dengan karyawan harus di desain sedemikian rupa sebagai bagian dari strategi dan model bisnis kita. Komunikasi searah, top-down, menurut saya sudah usang. Karena usulan-usulan menarik dari karyawan tidak sampai ke telinga kita. Sebaliknya beri ruang ke karyawan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang sifatnya tidak strategis. Pendekatan komunikasi Bottom-Up akan mengurangi rasa tertekan karyawan karena pendapatnya didengar. Contoh kita bisa melakukan breakfast meeting antara top management dengan para talent, wah itu sesuatu banget buat mereka. Atau gelar makan siang bareng yang sederhana aja dari mulai OB sampai owner, sebagai “pelumas” komunikasi yang lebih lancar.

Komunikasi yang lancar antar bagian juga perlu difasilitasi dan diakomodasi oleh pihak manajemen. Dengan komunikasi antar bagian yang lancar tentu meningkatkan pelayanan ke pelanggan. Komunikasi di dalam organisasi/perusahaan ada yang terencana dan ada yang tidak. Semua memiliki pendekatan tersendiri. komunikasi yang terencana itu seperti misalnya pertemuan rutin. Minimal kita harus menyelenggaran pertemuan rutin untuk berkoordinasi. Entah itu itu koordinasi proyek atau antar bagian. Pertemuan rutin untuk melihat pencapaian target kinerja juga harus dilakukan bersama-sama seluruh pihak terkait.

Informasi yang diberikan kepada setiap anggota tim sebaiknya seragam supaya tim bergerak searah dan sesuai dengan langkah manajemen.  Participative decision making atau pengambilan keputusan dengan mengakomodasi usulan karyawan sangat disarankan. Namun, pendekatan tersebut kadang justru memperlambat pengambilan keputusan. Maka kita harus memilahnya. Untuk keputusan yang sifatnya emergency, rahasia atau sangat strategis mungkin tidak memerlukan usulan karyawan. Komunikasi mengenai kebijakan penting harus disampaikan secara jelas dalam sosialisasi yang terencana & terstruktur. Alur komando harus jelas dan sederhana, hindari situasi dimana karyawan memiliki lebih dari satu atasan yang memberikan komando. Kan mereka juga jadi bingung loh.

Komunikasi tdk terencana biasanya terjadi ketika kita menghadapi demo karyawan. Karyawan yang demo biasanya karena kurang didengar pendapatnya atau mendapatkan informasi yang salah. Makanya selain ada sesi diskusi pre-implementasi kebijakan baru maka sosialisasi kebijakan sangat penting dilaksanakan. Sosialisasi kebijakan harus dilakukan 2 arah dan dilakukan berulang kali untuk klarifikasi kesalah pahaman. Jika sudah terlanjur terjadi demo, biasanya perlu pihak-pihak netral yang dapat membantu memfasilitasi solusi atau kesepakatan.

Intinya komunikasi antara karyawan manajemen harus dapat berjalan dua arah, serta adanya proses antispasi, partisipasi dan klarifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>