Go to Top

Say No 2 Sexual Harrasment @ Work – by Lita Mucharom

Banyak perusahaan yang kurang memperhatikan masalah sexual harrasment di tempat kerja. Apalagi pelakunya itu si  big boss
So, karyawanlah yang musti pandai-pandai membawa diri dalam pergaulan di kantor. Sexual harrasment dapat terjadi pada wanita atau pria
Sexual harrasment bisa saja dilakukan oleh bawahan langsung, pekerja lain yang posisinya lebih rendah, big boss, klien atau peers (rekan sejajar)
Sexual harrasment bisa saja berupa tatapan nakal, kata2 rayuan, canda jorok, menggoda secara visual bahkan sentuhan fisik
Sexual harrasment biasanya terjadi karena memang si pelaku jatuh cinta atau sekedar iseng belaka. Yang paling ga asik jika hal ini dikaitkan dengan pekerjaan sehingga korban merasa “terjebak” dan kadang justru memilih diam
Bahkan tidak jarang kadang korban memilih resign, nah kalau sudah begini perusahaan juga yang rugi jika ternyata si korban justru adalah karyawan andalan
Jika hal itu terjadi pada kita pastikan kita tidak membalas sinyal-sinyal itu secara iseng dan diasumsikan mau sama mau
Janganlah memulai main api dikantor dengan berpacaran dengan pasangan orang lain dan berdampak serius terhadap karir kita
Big boss yang sudah terlatih menjerat “korban” akan membungkusnya dengan skenario jatuh cinta, maka berhati-hatilah menanggapinya
Tetap tenang, tetap berkarya dan tampik dengan sopan. Jika memungkinkan jadikan si dia teman namun edukasi dia bahwa kamu bukan pribadi sembarangan
Jangan beri kesempatan sekalipun untuk berduaan walaupun itu di ruang rapat apalagi di ruang kerja dia pribadi
Yakinlah itu semua semu dan jebakan semata. Jika itu dilakukan oleh orang yang sok kuasa, itu hanya ungkapan superioritas dia semata
Mayoritas hubungan percintaan teman sekerja yang tidak normal berakhir tragis dan ga enak lho. So jauhilah, waspada karena awalnya berupa sexual harrasment
Jika hal itu terjadi dengan kita dan sulit dihindari apalagi dilawan, maka kamu bisa membawa case ini ke atasan atau HRD
Atasan atau HRD bisa menjadi penengah asal ada bukti atau saksi. Karena jika tidak kamu bisa dianggap memfitnah donk
Kalau semua jalan sudah dilakukan, ya mungkin alternatif terakhir ya terpaksa kita mengundurkan diri sajalah

Comments (2)

    • @litaMucharom March 3, 2013 - 6:34 am Reply

      Jika harrasment dilakukan oleh sesama rekan bisnis, maka yg merasa tidak nyaman dan tidak ingin diperlakukan seperti itu harus tegas dan kalau perlu pecah konsgi saja

Leave a Reply to @litaMucharom Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>